Cerita Dewasa – Ibu Teman Yang Menggoda

Cerita Dewasa – Ibu Temanku Sendiri

Cerita Dewasa – Namaku Putra, aku pertama kali bercerita tentang cerita dewasa ini, usiaku saat ini 19 tahun, dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa sebuah Universitas Swasta terkenal di Jakarta. Aku berasal dari keluarga yang broken home, kedua orangtua kandungku bercerai sejak aku masih berumur 3 tahun.

Kini aku tinggal bersama ayahku, singkat cerita sampai suatu hari dia terlibat masalah di luar negeri dan lalu aku tinggal dirumah temanku yang orangtuanya sudah jadi teman baik ayahku juga, sedangkan anaknya temanku semasa kecil kini dia kuliah di malang, sebulan sekali dia baru pulang, dirumah hanya aku, ibu temanku dan satu pembantu cewek yang lumayan menggoda juga bodynya.

Ibu temanku adalah wanita yang sangat seksi dan cantik meski usianya sudah 35 tahun, Hampir setiap hari aku melakukan onani akibat gak kuat menahan gejolak napsu melihat kemolekan tubuh ibu temanku itu, sampai akhirnya aku tak kuasa menahan libido ini dikarenakan nafsu sex binalku yang teramat extreme.

Setelah 3 minggu aku tinggal bersama mereka, timbul nafsu birahiku untuk menyetubuhi ibu temanku. Bagaimana tidak terangsang melihat wajah cantik yang dewasa dan menggairahkan serta tubuh yang seksi luar biasa (mungkin dikarenakan ikut senam). Setiap ibu temanku mandi, aku selalu menyempatkan diri untuk mengintipnya. Sambil melihat aku pun melakukan onani sampai-sampai maniku berceceran di lantai tempatku mengintip.

***Cerita Dewasa***

Disitulah setiap hari aku melakukan aktifitas ini tanpa takut ketahuan oleh ibu maupun adik dan pembantuku. Terkadang kalau tidak sempat, aku tidak membersihkan bekas spermaku karena takut ibu temanku lebih dulu datang. Aku tidak tahu dia sadar akan hal ini atau tidak, tapi yang pasti sampai 3 minggu ini masih aman dan terkendali.

Pada pagi hari ibu temanku menyiapkan sarapan untukku, aku duduk di meja makan menunggu sarapan tiba. Waktu itu pembantu sudah berangkat belanja ke pasar. Kulihat ibu temanku hanya memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya dia hanya memakai kaos, sehingga pahanya yang mulus dan tonjolan dadanya terlihat sekali membuat pikiranku kemana-mana dan membuat penisku mengeras.

Mungkin dia tidak risih berpakaian demikian karena seisi rumah biasanya hanya wanita, tetapi aku yang melihatnya membuat jantungku berdegup kencang dan darah mudaku pun mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah libido, sehingga birahiku pun semakin tinggi.

“Putra.., celana kmau kenapa..?” tanyanya.

Memang pada saat itu batang kemaluanku sangat tegang sekali sampai terlihat dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, gelas yang sedang kuminum pun tumpah, untung tidak pecah.

“Kalau minum pelan-pelan dong,..” sahutnya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku.
Begitu dia mendekat aku merasa tidak tahan lagi. Aku pegang payudaranya yang menggoda itu. Waktu itu otakku sudah keruh dan tak perduli apa-apa lagi.

“Ehh Putra, apa-apaan kamu, jangan.. aku ini ibu temanmu mu.., ” hanya itu yang dia katakan, tetapi dia sedikit pun tidak melawan, malah kemudian membiarkan aku membuka kaosnya sehingga tubuh indahnya pun terlihat, aku pun mulai menggerayangi seluruh tubuhnya, payudaranya yang besar kukenyot seperti pada waktu aku masih bayi, dan tanganku kupakai untuk memijat payudara sebelahnya serta untuk memeluknya.

***Cerita Dewasa***

Setelah itu daerah erotis lainnya pun segera kunikmati seperti leher, ketiak,  sampai akhirnya aku terduduk mengarah persis di celana dalamnya. Kulihat waktu itu CD-nya sudah basah, lalu kubuka CD-nya ke bawah dan langsung aku melakuan oral seks di lubang kewanitaannya. Waktu itu terciumlah bau khas wanita yang sebenarnya kurang sedap, tapi bau itu merupakan bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku sudah memuncak.

Aku pun menjilati permukaan kemaluannya sambil lidahku menari-nari di daerah paling sensitifnya, perbuatanku ini membuatnya melonjak seperti kesetrum listrik tegangan tinggi.

“Cukup Putra cukupp.., hentikanlaah.. aah.. aahhh.. uuhh..” katanya tetapi tangannya terus memegangi kepalaku yang tenggelam di selangkangannya, bahkan menahanku untuk tetap menjilatinya.

Saat lidahku menjilati klitorisnya dengan lembut, tidak lama kemudian tubuh ibu temanku mengejang dengan hebat, dan desahannya semakin keras. Aku tidak perduli lagi dan terus menjilati kemaluan ibu temanku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat dia mencapai orgasme tadi. Kusruput semua cairan yang keluar seperti sedang minum kopi, meskipun rasanya aneh dan sedikit asin dilidah tetapi terasa nikmat sekali.

Kemudian ibu temanku yang terlihat lelah melepaskan kepalaku dan duduk di kursi makan. Aku pun segera berdiri dan melucuti pakaianku. Dia tampak terkesan melihat penisku yang besar dengan panjang kira-kira 13 cm dan berdiameter 4 cm. Ketika aku mendekat, ibu temanku mendorongku hingga aku terduduk di kursi makan dengan sisa tenaganya yang lemas.

Kupikir ibu temanku menolak dan akan marah, tetapi dia segera berlutut mengarah ke penisku. Mulutnya begitu dekat ke penisku tetapi dia diam saja. Aku yang sudah tidak tahan segera mendorong kepalanya menuju penisku.

Ibu temanku langsung mengulum penisku dengan penuh nafsu. Hal itu terlihat dari kulumannya yang liar dan berirama cepat serta tangannya menggosok pangkal kemaluanku. Sambil dia melakukannya, kubelai rambutnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak terkira dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sampai akhirnya aku merasa tidak tahan lagi, spermaku menyembur di dalam mulut ibu temanku.

***Cerita Dewasa***

Dia segera memuntahkannya, dan kemudian membersihkan sisa-sisa sperma yang menetes di penisku dengan mulutnya. Melihat penisku masih tegang, dia segera naik ke pangkuanku dan membimbing penisku memasuki vaginanya, akhirnya tenggelamlah seluruh batang penisku ini ke lubang vaginanya. Gila.., rasanya luar biasa sekali. Meski aku sering jajan, tapi kuakui lubang vagina ibu temanku ini terasa nikmat luar biasa dibanding lainnya.

Dia mulai naik turun menggosok batang kejantananku sambil memeluk kepalaku sehingga aku berada persis di belahan payudaranya. Hal itu kumanfaatkan untuk menikmati sekitar wilayah dadanya.

Akhirnya dia berada di puncak orgasmenya, dan langsung mengerang kenikmatan. Aku pun mulai kewalahan menghadapi goyangannya yang semakin liar, dan akhirnya muncratlah spermaku untuk kedua kalinya di dalam lubang vaginanya. Kami pun lalu saling berciuman dan berpelukan dengan mesra masih dalam posisi duduk. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan badannya.

Waktu itu aku sadar bahwa aku telah menyetubuhi ibu temanku sendiri, karena merasa bersalah aku segera meninggalkannya untuk berangkat kuliah setelah berbenah, sementara dia masih di kamar mandi. Aku tidak tahu apa nantinya yang kulakukan dan bingung menghadapi semua.

(Dikunjungi 6,588 kali, 4 kunjungan hari ini)

Leave a Reply

  • Poker Online Terpercaya