Cerita Cinta – Chapter 55. Cowok Amatiran

Chapter 55. Cowok Amatiran

Ini adalah lusa, dimana hari yang berbeda untuk saya mengajar di rumah Amelia. Sesuai janji yang telah di sepakati, maka sore ini saya akan mulai mengajar untuk sesi berikutnya. Melihat bgaimana perkembangan Ameila setelah dua hari berpisah, ingin rasanya diri ini melihat dia dapat memainkan sebuah lagu untuk saya nantinya di kemudian hari. Tak lupa saya selalu pamit kepada kekasih tercinta kemanapun saya hendak pergi. Sebab itu adalah salah satu cari kami agar saling mengetahui satu sama lain tak terkecuali dia yang juga selalu pamit kepada saya tiap mau pergi bersama keluarganya.

Sore jam tiga itu saya berangkat menaiki mio milik teman satu kosan, maklum Blady sedang bocor kakinya. Karena waktu telah menunjukkan pukul 03.00 PM maka saya berangkat dengan sedikit buru – buru jadinya. Dengan gas pol rem blong sampailah saya di rumah Amelia dalam sepuluh menit cepatnya. Segera saya parker motor masuk ke dalam pagar rumahnya yang telah saya buka sendiri. Kala itu tak ada sambut dari sang tuan rumah.

Entah saya juga tidak tau menau ini pada kemana penghuninya. Segera saja saya masuk kala itu sebab saya lihat pintu rumah sedikit terbuka tidak tertutup rapat. Saat hendak masuk saya perhatikan di halaman luar ternyata ada motor H*nda Mega Pro yang ternyata tanpa saya sadari telah di parker terlebih dahulu di depan rumah Amelia. Pikiran saya berubah menjadi sedikit horror, siapa gerangan yang ada di dalam rumah Amelia sedangkan pintu rumahnya saja tidak tertutup rapat, di tambah dengan adanya motor H*nda yang telah di parker di depan rumahnya. Maka saya masuk dengan perasaan sedikit takut dan samar – samar terdengar suara, . . .

“PRAAAAAAAAANG !!!!!!!!”

Terlihat di tepi dinding sebelah piano ada handfone yang telah terbanting berserakan menjadi lima bagian yang mungkin bisa di susun kembali. Masih dengan perasaan takut maka saya ucap salam untuk mengetahui siapa orang yang ada di balik ruangan tersebut.

“Slamlekoooooooom, Ameeeeeeeel” salamku sungguh terdengar aneh sambil memanggil sang pemilik rumah.

Masih melanjutkan pijak kaki yang berjalan lambat namun pasti, diri ini mendorong seberani mungkin untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Dan benar saja terlihat seorang laki – laki tangah bersama Amelia duduk di sebelahnya mermuka merah padam seperti mahasiswa belum selesai skripsi atau mungkin kena revisi tuju kali.

“Sore mas, Mel” sapaku sungguh garing di tengah siuasana kacau nan balau.

“masnya siapa ?!!” taya laki – laki itu teramat sangar untukku.

“saya yang ngelesin Amel mas, btw ada apa yha kok kayaknya . . .” saya sengaja potong itu kata – kata untuk memancing seseorang berbicara.

“ini cowokku Kha, dia yang aku critain ke kamu lusa kmren !!” dengan wajah ikut merah padam Amelia menuturkan bahwa itu adalah pacarnya.

“owh iya, btw ada apa kok hape sampe di banting segala mas” sambil bertanya saya coba duduk agak berjauhan dari singa yang tengah marah ini.

“ini mas, Amel mau ngajakin putus gitu aja, lah padahal kan saya juga ndak tau apa – apa kok tiba – tiba dia ngajak gitu !!??” keluh sang cowok kepada saya.

“saya juga lebih ga tau apa – apa mas ini hape tau – tau terbang hampir ngenain saya” jawabku dengan polosnya sodara.

“lah kamu ga jelasin Mel alasan kamu mau putus kenapa ??” saya coba tanya itu satu wanita.

“kan aku dah bilang ma kamu kmren masalahnya apa !!” sedikit membentak Amel mencoba mengingatkanku.

“owh itu, mas kalo boleh saya tanya katanya mas ini pernah selingkuh ya selama jalan sama Amel” tanyaku sambil mengingat apa yang di katakana Amel lusa kemarin.

“loh enggak mas, kata siapa. Ada yang fitnah mas klo ada yg bilang saya selingkuh !!” bela cowok itu tepat di depan saya.

“halah kamu ga usah mungkir !!! aku itu udah tau !!!” bentak amel menuduh sang pacar.

“kamu klo ada bukti boleh nuduh, tapi klo tau – tau ngajakin putus gini siapa yg trima !!” saling bentak lah sepasang kekasih ini.

“oke, !! kalo aku ada bukti, kita putus !!!” seru Amel membabi buta di depan muka pacarnya.

“emang kamu ada bukti Mel ?? bukannya kamu ga punya ??” tanyaku pada Amel sedikit meragukan.

“tungguin bntar Kha, !!” tetap dengan nada kasar Amel munyuruhku menunggu.

Jadilah saya menunggu bersama singa hutan itu di dalam satu ruangan. Kadang ada perasaan ngeri takut diri ini di terkam dan kemudian saya di, . . . ah sudahlah itu hanya imajinasi saya. Tak lama datanglah Amel dari dalam kamarnya yang membawa handfone lain di genggaman tangannya. Terlihat buru – buru dan menggebu maka di lempar lah hape itu ke badan sang pacar seraya ia berkata.

“itu lihat foto kamu sama siapa di caffe omku !!!” bentak Amel teramat kasar.

“ini siapa yang foto !!!!” tiba – tiba saja serasa tak trima itu singa hutan.

“bukan masalahnya siapa yg foto mas, cuman ntuh bner pa kga fto mas yg ada di dalamnya. Lagian ngajak cewe gitu k caffe om nya si pacar, hadeeee” geleng – geleng kepala saya melihat cowok bego macam itu. Dalam hati pun saya hanya bisa berucap geli sambil cekikikan, . .

“HaHa . .”

“dasar . . .”

“AMATIR . . .”

Maka dengan amarah yang makin membara bak goku yang mengeluarkan super saiya tiga, di usirlah cowok itu dari dalam luar rumah dengan kasarnya. Sungguh beringas nan cetar membahana kemarahan Amelia sampai membuat saya takut dan salah tingkah ketika ada di dekatnya. Saya yang kala itu hanya bisa menatap bengong hanya bisa menyaksikan cowok itu di tarik keluar rumah. Saya tidak tau apa – apa di sini, saya hanya bisa menengahi mereka saja. dan saya rasa masalah Amelia dengan pacaranya telah usai dan sah sudah setatus Amelia sekarang kembali lagi menjadi seorang jomblo wati.

Created BY : rakhaprilio KASKUS

(Dikunjungi 445 kali, 1 kunjungan hari ini)

Leave a Reply

  • Poker Online Terpercaya