Cerita Cinta – Chapter 14. Katakan Sesuatu

Chapter 14. Katakan Sesuatu

 

Suasana kala itu masih mencekam, dengan pitamnya setinggi pohon pinang, pria ejakulasi dini tersebut masih dengan geramnya menatap saya. Sedangkan gadis yang tak lain adalah orang yang mewasiti perseteruan ini pun juga tengah tak sabar menunggu kedatangan itu putri orang no satu di Sosiologi.

Dengan balutan dres setinggi lutut warna hijau muda, maka datanglah jovanda dengan sedikit terengah – engah berlari menghampiri saya. Dengan nafas masih berpacu dalam melodi, dikuatkannya untuk bertanya akan keadaan ini. terasa jelas Pepsodent rasa Mint berhembus menyejukkanku dari bibir Jovanda. Rambutnya kini sedikit acak – acakan, maklum ia tak sempat berdandan karena masalah ini adanya.

“Dery kamu apa – apaan ini mo bikin ribut sama Rakha !!” oh, namanya Deri.

“jadi gni ya mbak, tlong jelasin ini sbnrnya cowok mbak ini yang mana, Soalnya mas – mas yang lagi marah ini ngaku klo dia masih pacar mbak” wasit itu meminta penjelasan.

“iya yank, buruan jelasin gw ni siapa !” sahut Derry setengah pitam.

“Kha, kamu ga di apa – apain kan ama Derry ???” wajah itu terlihat cemas sodara.

“owh, gapapa kok Jo, tadi Cuma di tarik aja ini kerah aku sama di katain bangs***t beberapa kali ama dia” laporku sesuai fakta.

“sialan lo ngadu gue ama cewe gue !!!” Dery mulai anarkis bak mahasiswa demo minta penurunan biaya SPP.

“udah lo diem aja kali mas, gausah sewot trs, biar di jelasin dulu ama mbaknya ini” wasitpun melerai.

“Der kamu tu tetep ya ga pernah berubah, aku pikir dengan kita jaga jarak gini kamu bakalan ngerti kalo aku sbnernya terkekang sama kelakuan kamu. Dikit – dikit marah, dikit – dikit marah, sesayang apa aku sama kamu kalo caranya kaya gini cewek ya gada yang betah. Kamu itu selalu ngejauhin aku dari temen – temenku, ga pernah kasih aku waktu untuk kenal sama tmen – tmenku yang lain. Trs skrang ini apaan, kamu mulai ngancem jugak saat aku mulai sayang sama orang lain, Haaaa !!!!!”

dengan segenap jiwa dan raga ia melimpahkan segala bentuk kekesalannya diiringi air mata yang mulai berlinang. Penindasan, pengekangan, pencabulan, eh maaf tidak ada pencabulan di sini, telah ia ungkapkan dengan hati terluka. Namun sebentar sodara, itu kalimat terakir yang di ucapkan Jovanda saya kurang mengena. Maka sebelum rasa penasaran ini terjawab, Dery pun bertanya lebih dulu dengan mata melotot bak babi kesurupan.

“ini kan aku lakuin demi kebaikan kamu yank !! kamu tu ga pernah ngerti kalo aku bner – bner sayang sama kamu. Aku tuh, . . .”

“iya aku tau kamu sayang banget sama aku, tapi sayang kamu itu nyiksa aku !! aku pengen lepas dari kamu !! aku benci keadaan kaya gini !!” sembari tangan itu memukuli dada bidang milik Dery.

“trus maksud kamu mulai sayang sama seseorang itu apaan !!! kamu suka ama ini cowok, Haaa !!!!” masih aja itu mulut bau bangke berteriak dengan kerasnya di depan gadis yang tengah rapuh ini.

“kalo iya !! kenapa !!!” alamak ini bukan kalimat penyelamatan, justru ini bisa membuat nyawa saya semakin terancam, Abis sudah pikirku.

“jadi ini emang gara – gara loe Nj***ng !!!” tangan itu mulai menariki baju berkerah saya.

Mulai dari sini saya tak ingin melihat Vanda menangis, sungguh berat nan tersayat hati ini mendengar rintihan seorang gadis yang sudah tak berdaya. Maka bangkitlah amarah saya, entah setan mana yang memberikan keberanian itu, yang jelas dengan beraninya saya tarik juga itu baju milik Dery.

“lo, kalo masih buat Vanda nangis kaya gini, urusan lo bakalan panjang sama gw. Ga peduli lo anak pejabat ato anak manja yg cuma bisa mamerin harta buat narik perhatian cewek, skali lagi lo sentuh dia, abis lo !!!”

Dengan satu hentakan penuh arti dan amarah maka mengertilah dia bahwa saya saat ini sedang tak main – main dengan permainan ini. Nyalinya ciut seketika, pintam miliknya entah tumbang kemana, mungkin hanyut bersama air laut dengan hempasan ombak yang mematikan. Ya, itu adalah saya.

“awas loe, urusan loe ama gw belom selesai !!” dengan sedikit mengumpulkan keberanian ia mencoba mengancamku.

“yaudah ayok di luar d slesein skrang aj klo lo emang gentle !!” saya balik itu kata – kata dia.

“alah udah gausah di terusin, lo mending pergi aja mas dari pada suasana tambah rame tar !!!” wasit itu mengusir dengan tangan menunjuk ke arah mana Dery harus pergi.

Sambil komat kamit maka pergilah Dery dengan perasaan hina nan tarcampakan dari cinta Jovanda, namun kini masalahnya tak jauh beda pemirsa. Saya masih belum berani memastikan itu perasaan Jovanda kepada saya. Sebab tau sendiri keadaan masih kalut berantakan tak karuan seperti suasana hati. Namun tidak lain tidak bukan, sebab musabab mereka putus adalah saya.

Namun satu hal yang saya ambil dari perdebatan ini, dimana saya mengambil hikmah untuk di kemudian hari agar tidak melakukan kebodohan seperti yang di lakukan Dery.

“sesayang apapun seseorang kepada kita, namun jika kita mencintai mereka dengan cara yang salah, maka sayang itu hanya akan menyiksa batin belaka, maka lebih baik, lepas kan lah”

 

Created BY : rakhaprilio KASKUS

(Dikunjungi 489 kali, 1 kunjungan hari ini)

Leave a Reply

  • Poker Online Terpercaya