Cerita Cinta – Chapter 32 . Fix The Day [Part 1]

Chapter 32 . Fix The Day [Part 1]

 

 

Sudah setengah perjalanan gw berada dijogja. Semester 5 dimulai, tinggal sedikit lagi jalan gw agar gw bisa membalas semua jasa nenek gw ke gw. Setidaknya sekarang gw tidak pernah lagi meminta kiriman uang dari nenek gw dikampung, tetapi gw mulai menyicil balas budi nenek gw.

Sedikit demi sedikit hasil kerja gw dijogja cukup buat biaya kuliah gw dan mengirimi nenek dikampung. Dan setiap gajian gw selalu menyisihkan 10% dari gaji gw untuk gw tabung untuk sebuah impian gw sejak kecil. Mau tau apa impian gw dari kecil ?
Kriiing… Kriiing… (Pagi sekali Handphone gw sudah berbunyi)
Laras: Ren…

Gw: ngggg (suara gw dengan nyawa yang belum terkumpul)

Laras: Banguuuun…!!! :

Gw: eh laras.. kenapa ras ?

Laras: kamu masih tidur ?

Gw: Iya nih kebiasaan kemarin kuliah sering tidur shubuh kebawa sampai sekarang.

Laras: ini aq didepan rumah kamu. Cepet bangun gih. Katanya hari ini mau KRS-an.

Gw: wek udah didepan rumah. Tunggu bentar aq bukain.
Gw langsung lari kepagar buat ngebukain pagar untuk laras. Dengan kesadaran yang belum penuh karena gw baru tidur kurang lebih 1 jam. Sesampai didepan pagar gw sudah melihat laras dengan mobilnya. Gw pun langsung masuk kedalam mobil laras dengan tidak sadar.
Gw: yuk

Laras:  yuk

Gw: : (gw baru sadar kalau gw hanya menggunakan boxer dan kaos tidur gw)

Laras: ren sadar ren. Mau seperti ini kekampus ?
Gw langsung keluar mobil laras dan segera pergi kedalam rumah setelah mempersilahkan laras masuk. Gw langsung segera mandi, walaupun rasanya sangat tidak nyaman dimana tubuh gw masih merasa lemas yang dahsyat karena kurang tidur.

Setelah bersiap gw dan laras langsung pergi kekampus buat mengisi KRS. Sekitar 2jam akhirnya gw dan laras kelar mengurus KRS. Satu hal yang membuat gw bahagia, gw dan laras masih akan terus menempuh KRS yang sama semester ini. Tetapi lagi-lagi semester ini Fika memilih untuk cuti. Ini yang membuat gw sedih karena gw tidak akan merasakan wisuda bersama fika.

Setelah gw dan laras selesai mengisi KRS, kita langsung beranjak ke Food Court UGM untuk makan siang.
Laras: Ren fika kemana ? dia cuti lagi semester ini ?

Gw: Fika ke Jakarta. Iya, sepertinya dia cuti lagi semester ini.

Laras: memang urusan apa fika kejakarta ?

Gw: menghadiri sidang perceraian kedua orang tuanya.
Laras tampak diam tertegun mendengar kabar perceraian kedua orang tua fika.
Gw: Fika orang yang kuat kok ras . Gw yakin dia tetap tegar kok walaupun kenyataan yang pahit harus dia terima. Dia juga sudah dewasa, dia pasti bisa berpikir jernih untuk hidupnya kedepan.
Laras tersenyum mendengar omongan gw. Saat sedang menyantap makan siang, gw tertarik mendengar omongan 3 orang pria yang duduk disebelah meja gw dan laras.
Pria 1: ni kampus gila juga ya, gw denger-denger anak fakultar ekonomi ada yang jadi cewek panggilan tuh.

Pria 2: masa sih ?

Pria 1: temen gw ada yang sering liat cewek anak fak. Ekonomi waktu lagi clubbing. Itu tuh, cewek yang dandanannya rada tomboy itu.

Pria 3: fika kan, tiap gw clubbing juga ngeliat tuh anak ada terus. Gila tuh cewek, cewek malam banget. Bawaannya mobil cuy.

Pria 1: nah tuh, cewek simpenan high class kali ye. Simpenannya om-om pengusaha gitu. Satu malam juga dapat mobil kalo jadi simpenan om-om pengusaha.
Mendengar percakapan 3 pria itu emosi gw langsung naik begitu aja. Saat mendengarkan mereka mengobrol gw mendengar samar-samar suara laras memanggil nama gw. Tapi gak tau kenapa gw mengubris begitu saja panggilan laras karena saat ini emosi sedang menguasai diri gw. Gw langsung berdiri dan dengan mulusnya kepalan tangan kiri gw mendarat dikepala pria 1. Gw gak sadar melakukan hal ini, seolah-olah tubuh dan pikiran gw bergerak sendiri karena tidak terima orang yang gw lindungi dihina didepan gw.
Pria 1: wasuu, ngapa lo : (sambil mencoba beridiri setelah pukulan gw membuat dia terjatuh kelantai)

Laras: rendi, sudah ren…

Gw: lo jaga omongan lo pada ya. Kalau lo gak tau apa-apa tentang fika. Lo gak usah buat gossip murahan :
Sontak seluruh mata tertuju pada gw saat itu. Terasa tangan laras memegang erat pergelangan tangan gw dan menarik gw untuk pergi. Gw dan laras langsung pergi ke mobil pergi meninggalkan tempat itu.

Laras tampak kecewa dengan perbuatan yang gw lakukan barusan. Suasana didalam mobil menjadi sangat tidak nyaman. Entah setan apa yang barusan merasuki gw hingga gw bisa melakukan hal yang selama ini tidak pernah gw lakukan. Gw bingung sendiri dengan perasaan gw, atas dasar apa gw membela fika. Suka ? Care ? Sayang ? Cinta ? atau sebagai gw yang membela seorang majikan ?. Tidak henti-hentinya gw mengutuk diri gw sendiri dalam hati. Tindakan gw barusan membuat laras melihat sesuatu yang tidak pantas gw perlihatkan didepannya.
Gw: ras maafin gw. Gw merasa sangat emosi saat mendengar omongan mereka tadi.

Laras:… (Mata laras mulai memerah)

Gw: gw hanya merasa gak pantas fika di judge sejelek itu oleh mereka. Tubuh gw bertindak diluar kemauan otak gw. Gw mencoba untuk tenang, tapi gak tau kenapa tubuh gw bergerak sendiri. Maafin gw ras
Tiba-tiba laras menepikan mobilnya dipinggir jalan.

Laras: hikss… hiksss ( terdengar suara isak tangis laras yang semakin kencang)

Gw: : ras… ( gw menggenggam tangan laras)
Gw semakin mengutuk diri gw sendiri atas perbuatan yang barusan gw lakukan. Gw gak menyangka tindakan gw barusan membuat laras tersakiti seperti ini. Untuk pertama kalinya gw membuat seorang wanita menangis oleh perbuatan gw. Mungkin tindakan gw barusan membuat hati laras merasa sakit karena gw membela fika.
Laras: aq sudah dengar semuanya tentang kamu dan fika. Aq sudah tau semuanya.(laras berbicara sambil tersendat oleh isak tangisnya)

Gw: : maafin gw ras

Laras: kamu gak perlu minta maaf ren. Kamu gak salah, dan kita memang belum mempunyai hubungan yang jelas. Memang seberat ini jalan agar aq menjadi seorang wanita yang pantas untuk kamu kejar.
Gw pun hanya bisa terdiam mendengar omongan laras barusan. Sepanjang perjalanan hanya diam yang gw rasakan. Gw gak tau harus berkata apalagi, penjelasan apalagi yang harus gw berikan ke laras. Gw rasa laras sudah berusaha kerasa untuk menjadi wanita yang layak untuk gw kejar. Tetapi gw terlalu bodoh untuk menyia-nyiakan usaha laras ke gw. Gw terlalu larut dalam hidup, gw terlalu bodoh untuk menjaga sebuah perasaan.

Sesampai dirumah gw langsung merebahkan diri gw dikasur. Hari yang terlalu berat bagi gw. Capek didalam perasaan lebih menyakitkan dibanding capek fisik. Gw gak pernah merasa selemes ini selama ini. Perasaan bersalah karena telah membuat wanita menangis. Hingga akhirnya gw tertidur untuk sejenak saja melupakan semua kesalahan dan lelahnya perasaan ini.

Saat tengah malam…

Ting tong… (suara bel rumah)

Gw pun beranjak dari depan tv untuk membukakan pintu pagar. Gw agak khawatir siapa tamu yang datang tengah malam begini kerumah fika. Saat sampai pagar gw melihat mobil yang biasa dipakai oleh laras. Pikiran gw pun mulai berpikir tidak jernih. Ada apa laras jam segini datang menemui gw ?
Gw: Loh ras, ada apa nih kesini jam segini ?

Laras: keluar dulu donk kamunya
Saat gw keluar dari pagar, tiba-tiba pintu belakang mobil laras terbuka dan muncul ciko sambil memegang sebuah cake berhiaskan lilin dan nama gw diatasnya yang kemudian disusul putri.
Laras: Selamat ulang tahun ya rendy

Ciko: happy birthday ren, nih kue special dari kita-kita.

Gw: : gw ulang tahun ya hari ini ?

Ciko: wek, salah ya ?

Gw: bentar
Gw pun berlari kedalam ngambil dompet gw sambil mengecek KTP gw. Apa benar gw ulang tahun hari ini.

 

Created BY : Biji.Salax KASKUS


⇒ Part 33 >

(Dikunjungi 382 kali, 1 kunjungan hari ini)

Leave a Reply

  • Poker Online Terpercaya